Langsung ke konten utama

Kau (Sungguh) Jauh



Rinai tersenyum menerima sebungkus Cornetto dari tangan sahabat karibnya, Awan.
Segala bentuk pemberian Awan adalah spesial baginya. Terlebih sebuah es krim coklat. Menurutnya,  sebuah kesengajaan bagi Awan memilih rasa coklat karena sudah sangat memahami hal-hal yang menjadi favoritnya. Senda gurau mereka berdua begitu padu dengan rasa manis es krim yang mereka nikmati.
Seandainya Awan paham, bahwa momen seperti ini selalu menjadi pemicu kesadaran Rinai akan perasaan yang sedang ia sembunyikan.
“sst, Dinda nelepon. Bisa ngamuk dia kalo tau aku lagi becanda sama cewek” Awan meminta  Rinai menahan tawanya.
Kalimat itu adalah batas jelas persahabatan yang mereka jalin. Rinai paham, sedekat apapun Awan baginya. Awan tetaplah jauh dari kemungkinan memiliki perasaan yang sama. Sudah ada sebuah nama di dalam hatinya, dan itu bukan Rinai.
****

(entah kenapa sepertinya kisah ini sesuai dengan lirik lagu Afgan-Jauh, tantangan nulis #FiksiLaguku dari Kampus Fiksi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Novel Pergi- Tere Liye] Tauke Besar, Kemana akan Pergi?

  Judul         : Pergi Penulis       :  Tere Liye Penerbit      : Republika Penerbit Cetakan I    :April, 2018 Tebal buku  : iv+455 halaman “Berangkat, Edwin. Kita harus tiba di Hong Kong malam ini. Aku ada urusan dengan Master Dragon yang belum selesai.” Bagi kalian yang pernah membaca novel Pulang karya Tere Liye terbitan tahun 2015 lalu, tentu tak asing dengan kalimat di atas. Sebaris kalimat penutup yang berhasil membuat pembaca mengkhatamkan novel tersebut dengan otomatis mengeluh “Yah, endingnya gantung!”. Sepertinya, melalui kalimat itu, sang penulis sengaja menciptakan tanda tanya besar di kepala pembaca, untuk kemudian dibuat penasaran, harap-harap cemas menantikan ada atau tidak sekuelnya di kemudian   hari, sekadar menjawab satu pertanyaan yang pasti muncul saat aktivitas membaca terpaksa berakhir:  “ apa kepentingan Bujang menemui Master Dragon di Hong ko...

Matahari: Perjalanan Tanpa Misi

Judul Novel         : Matahari Penulis                : Tere Liye Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama Cetakan I            : Juli 2016 Cetakan II            : Agustus 2016 ISBN                    : 978-602-03-3211-6 Tebal buku          : 400 halaman Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orang tuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doctor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada y...

Tentang Kamu: Misteri Satu Miliar Poundsterling

Judul Novel : Tentang Kamu Penulis : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Cetakan 1 : Oktober 2016 Tebal Buku : vi+524 halaman Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan. Cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir. tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan. (Tere Liye) Sudah baca novel yang cover belakangnya bertuliskan demikian? Atau sedang berencana untuk membacanya? Saranku, jika memang sudah ada niat, lekas tunaikan dalam tindakan. Sekali kamu masuk dalam kalimatnya Tere Liye, maka kujamin, kamu tidak akan