Langsung ke konten utama

Siapa Kita?

Hanya soal salah arena, barangkali.

Ikan boleh mengaku perenang handal di laut lepas. Sekali saja bawa ikan ke daratan, tentu tak ada yang bisa ia lakukan selain menggelapar sekarat karena bahkan bernapas pun tak mampu. 


Atau, kupu-kupu boleh saja berbangga terbang pamer keindahan ke sana kemari seolah ia yang tercantik di muka bumi. Minta saja kupu-kupu mengibaskan sekali sayapnya ke sungai, kemungkinan ia akan oleng karena sayapnya basah oleh air. Lalu terjatuh, hanyut terseret tak ubahnya daun gugur yang pasrah dibawa arus. 


Boleh juga burung unta angkuh atas gelarnya sebagai pelari tercepat di kelasnya. Coba kenalkan dia dengan Elang, barangkali burung unta akan minder ketika berbicara soal langit. Bahkan terbang setinggi pohon saja belum tentu mampu.



Soal kesalahan arena, atau katakanlah ketersesatan ini, tidak sedikit mengundang tatapan remeh-temeh, menyepelekan, yang berujung pada pengabaian bahkan berdampak pada keterasingan. Karena tidak semua paham tentang keunikan Tuhan menciptakan keberagaman cara mahluknya survive di dunia. Maka, fokusnya bukan kepada dendam ketika diabaikan. Itu alarm. Mungkin kita tersesat. Salah menempatkan diri di arena kompetisi. Sudah sepatutnya lekas bercermin untuk tahu siapa kita, dan di mana seharusnya kita berada. Percaya saja, ada jenis arena yang memang dipersiapkan Tuhan untuk kita sebagai pemenangnya. Hanya saja, sebagai pemenang, kita perlu kompeten dalam menjawab sebuah pertanyaan sederhana: "Siapa kita?".


-Bandar Lampung, mendekati penghujung november-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Novel Pergi- Tere Liye] Tauke Besar, Kemana akan Pergi?

  Judul         : Pergi Penulis       :  Tere Liye Penerbit      : Republika Penerbit Cetakan I    :April, 2018 Tebal buku  : iv+455 halaman “Berangkat, Edwin. Kita harus tiba di Hong Kong malam ini. Aku ada urusan dengan Master Dragon yang belum selesai.” Bagi kalian yang pernah membaca novel Pulang karya Tere Liye terbitan tahun 2015 lalu, tentu tak asing dengan kalimat di atas. Sebaris kalimat penutup yang berhasil membuat pembaca mengkhatamkan novel tersebut dengan otomatis mengeluh “Yah, endingnya gantung!”. Sepertinya, melalui kalimat itu, sang penulis sengaja menciptakan tanda tanya besar di kepala pembaca, untuk kemudian dibuat penasaran, harap-harap cemas menantikan ada atau tidak sekuelnya di kemudian   hari, sekadar menjawab satu pertanyaan yang pasti muncul saat aktivitas membaca terpaksa berakhir:  “ apa kepentingan Bujang menemui Master Dragon di Hong ko...

Matahari: Perjalanan Tanpa Misi

Judul Novel         : Matahari Penulis                : Tere Liye Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama Cetakan I            : Juli 2016 Cetakan II            : Agustus 2016 ISBN                    : 978-602-03-3211-6 Tebal buku          : 400 halaman Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orang tuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doctor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada y...

Ayat-Ayat Cinta 2: Tentang Diskriminasi dan Toleransi dalam Perbedaan (Resensi Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karangan Habiburrahman El Shirazy)

Judul: Ayat-ayat Cinta 2 Penulis: Habiburrahman El Shirazy Penerbit: Republika Tebal: vi + 698 halaman Terbit: November 2015 Fahri Abdullah, demikian ia memperkenalkan namanya di hadapan lima belas mahasiswa pascasarjana di kampus University of Edinburgh. Edinburgh? Fahri sudah melangkahkan kaki hingga ke negeri itu? Apa yang dia lakukan di sana? Untuk pendidikan? Untuk pekerjaan? Atau keduanya? Bagaimana dengan Aisha? Apakah dia ikut ke sana? dan bla.. bla.. bla… sekian pertanyaan terus menuntut jawaban.  Ya, kalian yang sudah lebih dulu berkenalan dengan tokoh Fahri dalam novel ayat-ayat cinta 1 karangan Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik yang terbit pertama kali tahun 2004, mungkin juga memiliki seabrek pertanyaan sebagai respon untuk kalimat pertama yang kutulis dalam resensi novel lanjutannya ini. Dan untuk kalian yang sudah memiliki novel ayat-ayat cinta 2, bisa dipastikan salah satu motif kalian membelinya adalah karena rasa penasaran untuk men...