Langsung ke konten utama

Postingan

Anti Teh

Siapapun tahu jenis minuman yang biasa disebut Teh. Balita sampai kakek nenek, takkan butuh kamus besar sekadar mendeskripsikan apa Itu teh. Semudah menyebutkan kata TEH, semudah itu pula menemukannya di rumah-rumah, di warung-warung, di pasar, hingga di kebunnya langsung. Bahkan sekadar untuk mendapatkan teh secara cuma-cuma cukup dengan pura-pura bertamu ke sebuah rumah, niscaya segelas teh akan disuguhkan kepadamu. Perkara lain, si teh ini juga kadang digunakan sebagai teknik marketing bidang  kuliner. Pernah dengar: "makan di sini, gratis teh manis" atau "Apa pun makanannya, minumnya teh botol s*sr*"? Ah, semudah itu. Semudah itu untuk membuat lidahmu berkenalan dengan teh. Mungkin itu juga sebab kenapa aku tidak tertarik sama sekali pada teh. Sesuatu yang mudah sekali diperoleh tanpa perjuangan berdarah-darah kadang menjadi tak menarik lagi. LOL (nggak ada hubungannya).

Sana, Pergi yang Jauh

Sumber gambar : https://kreditgogo.com/img/u/Funny-Money/main-image.552485963.jpg Sana, pergi yang jauuhh. Kejar terus mimpimu. Sibuk saja sama duniamu. Toh yang bikin aku jatuh cinta adalah ambisi-ambisimu, caramu memperjuangkan yang kamu mau, juga caramu komit sama visimu. Cuekmu yang cool, heningmu yang mendamaikan, bicaramu yang bermutu, optimismu yang nggak ketulungan, cara pikirmu yang nggak lazim, kinerja tangan dan otakmu yang multifungsi menghasilkan sesuatu, bahkan autismu sama hobimu, itu selalu spesial. Tanpa itu, duniamu tak akan semenarik itu  untuk kucari tahu. sungguh menyenangkan bisa menyelami mimpimu dari kejauhan. Ah kamu benar-benar laut yang tenang di permukaan, tapi

(se)Hari Ibu?

Aku tak pernah nyinyir atas ekspresi cinta di jejaring sosial. Selama terbingkai dalam kata 'halal dan dibenarkan', maka tak ada yang berhak sinis jika kemudian menemukan postingan romantis untuk orang terkasih. Kecuali, jika bingkainya tidak jelas. Tidak perlu kujelaskan maksud tak jelasnya, sesungguhnya hati tahu betul mana yang benar mana yang tidak. Iya kan?

Tentang Kamu: Misteri Satu Miliar Poundsterling

Judul Novel : Tentang Kamu Penulis : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Cetakan 1 : Oktober 2016 Tebal Buku : vi+524 halaman Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan. Cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir. tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan. (Tere Liye) Sudah baca novel yang cover belakangnya bertuliskan demikian? Atau sedang berencana untuk membacanya? Saranku, jika memang sudah ada niat, lekas tunaikan dalam tindakan. Sekali kamu masuk dalam kalimatnya Tere Liye, maka kujamin, kamu tidak akan

Doodle wisuda (lagi)

requestnya temen-temen kosan buat salah satu anak kosan yang wisuda

Tatapan Bapak

"Seberapa penting urusanmu di sana, Nak?" Segera setelah kalimat tanya itu selesai, dengan cekatan aku mengeluarkan kata-kata terbaik yang sudah kupersiapkan jauh sebelum hari ini. Aku tahu, keputusanku untuk pergi akan selalu menimbulkan pertanyaan baginya. Bahkan terkadang wujud pertanyaannya lebih terdengar seperti larangan. Maka sebelum diskusi ini sampai pada kesimpulan bahwa ia melarangku pergi, aku sudah mempersiapkan penjelasan terbaikku. Tak akan kubiarkan ia menemui  cela kata untuk membuatku akhirnya tak kemana-mana. Tekadku bulat. Tatapanku lurus ke depan, berpaling darinya yang duduk tepat di sebelahku. Entah sejak kapan persisnya, aku tak pernah lagi menjalin kontak mata saat berbicara dengannya. Semacam ada yang takut diketahui atas sesuatu yang selalu kutahan agar tak sampai lewat lisan. Tapi meski bgitu, persis saat aku sibuk menjelaskan, hanya dengan sekali lirik, aku tahu ia menatap takzim ke arahku. Matanya seolah mengatakan "putriku sudah dewasa s...

Siapa Kita?

Hanya soal salah arena, barangkali. Ikan boleh mengaku perenang handal di laut lepas. Sekali saja bawa ikan ke daratan, tentu tak ada yang bisa ia lakukan selain menggelapar sekarat karena bahkan bernapas pun tak mampu.  Atau, kupu-kupu boleh saja berbangga terbang pamer keindahan ke sana kemari seolah ia yang tercantik di muka bumi. Minta saja kupu-kupu mengibaskan sekali sayapnya ke sungai, kemungkinan ia akan oleng karena sayapnya basah oleh air. Lalu terjatuh, hanyut terseret tak ubahnya daun gugur yang pasrah dibawa arus.  Boleh juga burung unta angkuh atas gelarnya sebagai pelari tercepat di kelasnya. Coba kenalkan dia dengan Elang, barangkali burung unta akan minder ketika berbicara soal langit. Bahkan terbang setinggi pohon saja belum tentu mampu. Soal kesalahan arena, atau katakanlah ketersesatan ini, tidak sedikit mengundang tatapan remeh-temeh, menyepelekan, yang berujung pada pengabaian bahkan berdampak pada keterasingan. Karena tidak semua paham tentang k...

Janji Doodle yang telah Lunas

Doodle iseng di Rumbia Doodle niat sebagai kado ultah Ketika KKN, aku gencar sekali posting doodle di semua akun sosmedku. Seolah-olah sudah jadi makanan sehari-hari. Posting doodle dengan nama orang yang berbeda-beda. Eh ternyata ada yang envy di kejauhan, minta namanya dibuatin doodle jug. Berhubung orang ini sahabat baik, permohonannya di ACC dengan sedikit keisenganku pura-pura nolak. Padahal, di suatu malam aku sempetin ngedoodle alakadarnya pake tinta biru (karena pena hitamnya habis) dan aku kirim malam itu juga (Biar terkesan niat, dan yang dibuatin jadi bahagia). Dan benar, besok pagi doodle biru itu dijadiin DP BBM lengkap dengan captionnya. hihi, jadi merasa berdosa karena responnya sampe segitu padahal doodlenya nggak seberapa. Akhirnya aku tercetus janji kalo suatu hari bakal aku buatin yang gede di kertas karton. Pas 15 oktober, di hari ulang tahunnya aku tebus janjiku. Dengan karakter ekspresifnya, dia selalu berhasil membuat orang yang memberikan sesuatu untukn...

Proyek Doodle Dinding Kamar Ian

Aku pernah bilang ke Ian, Anaknya induk semang KKN RB1 Rumbia sebelum pamit pulang.  "Nanti, kalo mbak ke rumah ini lagi, mbak bakal gambarin doodlenya di kamarmu, Dek" Ian excited denger kalimat itu. Daan, di kunjungan keduaku bareng Karlina dan Diara, akhirnya kami kerja Rodi berempat ngecat kamarnya Ian yang kalo kami lagi di situ, kamarnya jadi milik kami bertiga. Hoho.. Ini pengalaman menyenangkan buatku. Ngedoodle di dinding beneran asik walau nggak mudah. Semakin seneng karena setelah selesai, ngeliat wajah cerahnya Ian menatap dinding kamarnya yang dipenuhi monster. Hihi, kapan-kapan kita lannjutin ya gengs,,,

Hari Bersejarahnya Mahasiswi Sejarah

Saengil Chukae Hamnida, Karlinong Proses pembuatan doodle paling dilematis. Haha... Dibalik pembuatan doodle ini, ada rencana sureprise yang hendak diberikan ke yang bersangkutan nun jauh di Rumbia. Yeah, momen ulang tahun Lina pas banget sama rencana kunjungan kami (Aku, Diara, dan Karlina) ke lokasi KKN untuk membayar rindu pasca perpisahan di hari ke empat puluh. Karena momennya pas, akhirnya aku sama Diara niat banget bikin sureprisenya di Rumbia, 3 jam dari bandar lampung. Kenapa dilematis? karena setelah semua rencana kami, tiba-tiba ada halangan yang sempat membuatku cancel ikut mereka ke Rumbia. Beruntunglah, berkat izin Allah, akhirnya di malam hari sebelum keberangkatan aku bisa konfirmasi untuk tetap ikut ke Rumbia. Daaan, pemberian doodle ini disertai pemberian kue yang niat kita bawa dari Bandar lampung, 3 jam melewati jalanan Rumbia yang buruk banget. Aku sebagai pemangku kuenya harap-harap cemas bentuknya hancur karena goncangan di jalan. Tapi alhamdulillah sukses. S...